9 Langkah Sukses Industri Network



Untuk membangun sebuah jaringan dalam industri network marketing, diperlukan adanya langkah yang jelas dan sistematis. 

Kita ketahui bahwa tidak mudah untuk membangun, namun sangat mudah untuk merusak. Pada industri network kita tidak ubahnya seperti membangun sebuah sistem, sebuah mesin yang auto running, dimana jika mesin atau sistem tersebut berjalan maka akan menghasilkan sesuatu yang kita harapkan. 

adapun langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut : 


1. Menentukan visi

Visi merupakan sebuah tujuan yang harus dicapai, sebuah harapan atau mimpi yang ingin diwujudkan, untuk mewujudkan sebuah mimpi kita perlu melakukan visualisasi. 

Visualisasi bisa berbentuk sebuah tindakan atau action yang jelas, nyata dan terstruktur. Layaknya sebuah perusahaan. Sebuah perusahaan akan mengalami kerugian jika sistem tidak sesuai. 

Untuk membangun sebuah sistem network diperlukan komitmen, langkah yang tegas dan jelas serta tindakan yang sistematis. 

Jika semua sistem dan jaringan sudah berjalan maka mimpipun akan bisa diwujudkan. 


2. Menetapkan komitmen

komitmen adalah tindakan untuk melakukan sesuatu. Dengan kata lain, komitmen merupakan bentuk dedikasi atau kewajiban yang mengikat kepada orang lain, hal tertentu, atau tindakan tertentu.

Banyak orang menjalani komitmen pada sesuatu karena mencintai apa yang mereka lakukan. Selain itu, sebagian orang berkomitmen karena takut kehilangan ketika tidak membuat ikatan tersebut.

Untuk membangun jaringan pada industri network marketing komitmen sangatlah penting, mengingat aset kita adalah manusia (human) yang penuh dengan perasaan, kelembutan dan tata sosial yang ada. 

Banyak hal yang perlu dilakun yang berhubungan dengan komitmen dalam menjalani bisnis di industri network. salah satunya seperti yang tertulis dibawah ini 


3. Mencatat daftar calon mitra

Aset pada industri network adalah manusia, maka untuk merekrutnya terlebih dahulu kita harus mencatat semua calon mitra yang akan di rekrut. 

Dari data tersebut kita bisa melakukan komunikasi kemudian membuat janji untuk ketemu. 

Setelah bertemu kita bisa melakukan presentasi untuk menyampaikan semua materi perihal produk, perusahaan, maupun sistem atau marketing plan pada perusahaan tersebut. 

Calon mitra bisa saja dari teman SD, teman SMP, teman SMA maupun teman kuliah atau juga bisa dari teman sekantor atau tetangga. 

Untuk mengundang mitra sebaiknya di mix atau dicampur dan di acak, tujuannya adalah agar yang hadir tidak saling kenal. Karena jika yang hadir saling kenal atau teman dekat antar sesama tim, maka akan ada efek yang ditimbulkan yaitu mereka akan saling mempengaruhi. 

Jika mempengaruhi positif tidak masalah, tapi jika mempengaruhi negatif maka itu yang bisa menjadi masalah serius yang berimbas pada tidak joinnya calon mitra baru. 


4. Membuat janji bertemu

Setelah memiliki daftar nama yang sudah di list sesuai kategori, tugas berikutnya adalah bagaimana caranya kita bisa bertemu dengan calon mitra. 

Salah satu cara agar kita bisa bertemu adalah dengan membuat janji. 

Untuk membuat janji pastikan kitalah yang menjadi penentu, baik lokasi atau waktu ketemunya. Kita gunakan istilah tunjek poin, pada istilah tersebut mengandung arti bahwa kita sedikit memaksa agar kita bisa menyampaikan tujuan kita dengan benar, efektif dan kondusif. 


5. Melakukan presentasi 

Presentasi dilakukan untuk menyampaikan beberapa hal terkait perusahaan, produk dan marketing plan. 

Profil perusahaan meliputi legalitas, visi misi perusahaan dan struktur organisasi serta tempat atau kantor perusahaan berada. 

Presentasi kedua adalah mengenai produk yang dijual. Pada presentasi produk harus menjelaskan tentang manfaat produk, legalitas produk maupun cara pemasaran produk. Teknik promosi, sistem pengiriman, cara pembayaran dsb. 

Presentasi ketiga mengenai sistem atau marketing plan. Pada presentasi kali ini harus dijelaskan secara detail tentang tata cara menjalankan bisnisnya. Sistem pemasarannya, metode networknya. 

Pada presentasi bisnis ini, kita juga harus menjelaskan tata cara registrasinya, sistem komisinya, serta semua hal yang berhubungan dengan sistem bisnisnya. 

Presentasi bisa dilakukan pada acara-acara berikut ini : 

  1. BOP (Bussines opportunity presentation)
  2. Home sharing 
  3. Table talk 
  4. Ngopi (Ngobrol pintar) 
  5. Face to face 
  6. Door to door 

6. Melakukan follow Up 

Follow up adalah tindak lanjut. Setelah melakukan prospek atau presentasi jika belum terjadi closing maka harus dilakukan yang namanya tindak lanjut (follow up). 

Waktu ideal untuk melakukan follow up adalah 1 x 24 jam setelah prospek. Jika dilakukan setelah lebih dari 1 x 24 jam dikhawatirkan akan terkontaminasi reaksi negatif dari tetangga maupun masyarakat. 

Informasi yang tidak akurat yang diterima audience akan tidak efektif jika terkontaminasi dengan statemen2 negatif masyarakat. sebelum itu terjadi calon mitra harus segera di follow up sampai closing. 


7. Mengikuti pertemuan & Training 

Bertemu dan berkumpul merupakan nafas dan ruhnya bisnis model network. Dibisnis network perlu diadakan bimbingan, pelatihan maupun training. 

Hal tersebut sangatlah penting mengingat aset kita adalah manusia. Manusia bukanlah mesin, untuk memaintenance butuh trik khusus m 

Beberapa training yang sering dilakukan adalah : 

  • Pelatihan mitra baru 
  • Basic leader 
  • Rool three

8. Melakukan duplikasi 

Duplikasi hal yang baik, akan berdampak positif pada mitra di bawah kita. Perkembangan demi perkembangan akan kita rasakan jika duplikasi terjadi dengan baik. 

Seorang leader akan diduplikasi oleh semua mitranya. Jika yang dilakukan negatif maka akan diduplikasi negatif, jika leader melakukan hal positif maka akan diduplikasi oleh mitra menjadi positif. 

Dalam network ada istilah yang namanya bola salju, jika kita pahami, bola salju akan selalu menggulung dari kecil hingga besar, dari atas kecil terus menggulung ke bawah hingga besar. Itu artinya jika mitra kita semakin lama semakin besar dan otomatis penghasilanpun juga semakin besar. 


9. Konsultasi 

Untuk membina sebuah jaringan dibutuhkan keahlian khusus agar sistem berjalan dengan lancar. Konsultasi kepada semua mitra kanan kiri. 

Konsultasi ada dua arah yaitu konsutasi ke atas dan konsultasi kebawah. Konsultasi keatas yaitu konsultasi yang dilakukan kepada leader, founder, maupun sesama leader. 

sedangkan konsultasi kebawah dilakukan kepada semua mitra yang ada di kanan dan mitra di kiri.

Konsultasi bisa kita lakukan setiap saat ketika kita penat, bingung atau patah semangat, termasuk ketika kita ada problem. Problem secara teknis yag sering muncul adalah masalah pembinaan kepada mitra, karena kita harus ingat aset kita adalah manusia yang memiliki banyak latar belakang. 


Salam sukses

Comments